sejarah metal 3d printer bermula

Di tahun 2013 untuk pertama kalinya printer 3D dikenalkan ke pasaran Indonesia. Akan tetapi sebenarnya jenis printer ini sudah ada dan ditemukan sejak tahun 1981 yang lalu. Penemunya sendiri ialah Hideo Kodama yang mencetak hasil objek 3D dengan printer yang berbahan baku photopolymer. Material plastik yang menjadi bahannya berbentuk cair supaya mudah dalam mengubah bentuknya dan dapat menjadi keras jika terpapar cahaya matahari. Awal mula metal 3d printer bermula yakni karena banyak ilmuwan abad ke 19 yang ingin membuat suatu peta relief 3D. Diawali dengan membuat metode berlapis untuk membuat suatu kontur pada tipografi. Bahan pertama yang digunakan yakni lapisan lilin yang sudah dipotong seperti pola garis kontur dan ditumpuk menjadi satu. Sehingga menghasilkan suatu permukaan 3d dengan pola cekung.

Menilik Lagi Sejarah Metal 3D Printer Bermula, Berikut Ulasannya.

menilik lagi sejarah metal 3d printer bermula

Meski masih baru-baru ini menjadi perhatian masyarakat di Indonesia, metal 3D printer sudah dioperasikan lama. Jika diingat lagi, sejarah terkait 3D printing sudah lama ada di dunia yakni berusia sekitar 49 tahunan. Berikut ulasannya.

1. Temuan Awal Tahun 1981-1984

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwasannya metal 3d printer bermula di tahun 1981. Kemunculan pertama adalah di Jepang. Karena terkendala biaya alat ini belum dapat diakusisi secara paten oleh Kodama. Akan tetapi gagasan tersebut tidak berhenti begitu saja. Ada juga ilmuwan dari Perancis yang juga mengembangkan kembali alat tersebut. Akan tetapi lagi-lagi dihambat oleh masalah dana yang akhirnya mau tidak mau kembali ditinggalkan.

2. Penemuan Setereolitografi Tahun 1984-1988

Di tahun 1984 adalah masa dimana teknologi 3D memberikan prospek masa depan yang bagus. Hal ini berawal dari Charles Chuk Hull yang mengalami frustasi pada pekerjaannya pada usaha furnitur. Ia mengeluhkan proses produksi furnitur yang memakan waktu lama terutama dalam membuat bagian – bagian kecilnya. Akhirnya dari sinilah teknologi 3d dimanfaatkan dari proses demi proses. Charles Chuck Hull akhirnya diberikan fasilitas tersendiri oleh perusahaan untuk mengurus proyek tersebut. Hingga akhinya dia memiliki teknologi sendiri yang dikenal hingga sekarang yakni stereolitografi.

Hak paten dari teknologi stereolitografi dikeluarkan pada tahun 1986 yang mana pada tahun tersebut Charles Chuck Hull juga mendirikan perusahaan 3D printer. Dan perusahaan tersebut masih eksis hingga saat ini dan dinamai dengan 3D System.

3. Masa Inovasi Tahun 1988-1992

Hak paten stereolitografi oleh Charles Chuck Hull merupakan awal sejarah 3D printer dimulai. Meski demikian setelah teknologi tersebut banyak juga teknologi lainnya yang terus berkembang. Diantaranya adalah SLS. Selective Laser Sintering yang merupakan teknologi buatan Deckard yang diberi nama Besty. Teknologi SLS di printer ini hanya mampu menghasilkan potongan plastik sederhana saja. Sebab, tujuan pembuatan alat ini hanya sebagai uji coba saja. Sehingga kualitas cetakan dan tingkat kedetailan tidak terlalu diprioritaskan. Teknologi lainnya adalah FDM yakni printer yang dikembangkan secara intens dan hingga kini menjadi yang paling sederhana.

4. Revolusi The Rap-rap Tahun 2004

Teknologi proyek the Rap-rap ini membuat mesin printer 3D dapat mencetak sebagian besar dari komponennya sendiri. Kemudian teknologi terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hingga muncullah teknologi 3D printing on demand. Teknologi tersebut memungkinkan untuk mewujudkan model buatan dalam wujud nyata.

Itulah beberapa cuplikan sejarah tentang bagaimana metal 3d printer bermula. Teknologi metal x terus berkembang semakin kesini. Berbagai sektor industri bersaing dalam memanfaatkan teknologi ini. Hal ini tentunya merupakan lahan bisnis bagi para pengusaha.